1.
PENDAHULUAN
Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru
(RKB) ini merupakan pekerjaan yang dibiayai dari APBD Provinsi
............... Tahun Anggaran 2018. Dimana masa
pelaksanaannya adalah 130 (Seratus Tiga Puluh) hari kalender atau setara dengan 4 (Empat) bulan 10 (sepuluh) hari.
Mengingat waktu yang terbatas dalam
melaksanakan pekerjaan tersebut diatas, maka diperlukan managemen pengelolaan
yang tepat sehingga pelaksaan pekerjaan dapat berjalan
dengan sukses dan lancar, dimana proyek dapat berjalan dengan tepat waktu dan tepat mutu serta
menghasilkan bangunan yang bernilai estetika (indah).
2.
INFORMASI PEKERJAAN
Satuan Kerja : Dinas Pendidikan Provinsi .......................
Pekerjaan : Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) .............................
Lokasi : ...............................
Tahun Anggaran : 2018
Masa Pelaksanaan : 130 (Seratus Tiga Puluh) hari
kalender
Masa Pemeliharaan : 180 (seratus
delapan puluh) hari kalender
3.
TAHAP PELAKSANAAN
A.
PEKERJAAN UMUM
Pekerjaan umum merupakan pekerjaan persiapan awal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
proyek. Salah satu yang harus dilakukan adalah rapat
pra konstruksi (pre construction meeting) yang dihadiri oleh pihak direksi
(PPK beserta staffnya), konsultan Pengawas dan pihak kami. Pada pre contuction
meeting ini akan dibahas semua hal baik yang teknis maupun non teknis yang
berkaitan dengan proyek ini.
Hal-hal yang menjadi prioritas untuk kelancaran
proyek ini adalah sebagai berikut :
1.
Perizinan dan Penempatan direksi keet/Barrak
Kerja
yang strategis;
2.
Perizinan dan Penempatan peralatan dan material
yang tepat sasaran;
3.
Membuat pengamanan/pelindung bagi operasional proyek;
4.
Pembuatan drainase yang tepat guna serta penanganan
buangan air yang baik;
5.
Membuat akses jalan yang baik, sehingga tidak
mengganggu aktifitas pekerjaan;
6.
Menempatkan rambu-rambu keselamatan pada lokasi-lokasi
strategis, dll.
7.
Mengadakan sosialisasi
terkait kegiatan proyek kepada masyarakat sekitar.
Item pekerjaan umum yang dilakukan dalam proyek ini meliputi :
1.
Pekerjaan
Pembersihan Lokasi Bangunan
Pekerjaan Pembersihan lahan, berupa pembersihan dan penebangan pohon, terutama yang berada dilokasi
yang akan dikerjakan, serta lainnya yang mengganggu pelaksanaan pekerjaan. Bila
pada lokasi terdapat pohon, pagar atau lainnya yang harus ditebang/bongkar maka
harus mendapat izin dari Pengguna Anggaran. Pekerjaan pembersihan dilakukan dengan
menggunakan tenaga manual.
Peralatan yang
digunakan :
·
Peralatan
pertukangan lengkap (cangkul, parang, dll)
Personil
·
Mandor
·
Pekerja
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan
pekerjaan ini pada Minggu Pertama hingga minggu kedua.
2.
Pekerjaan
Pengukuran Bowplank
Pekerjaan ini biasanya dilakukan seiring atau setelah
pekerjaan pengukuran dilakukan. Pemasangan Bouwplank (Pematokan) dilaksanakan
bersama-sama oleh Pihak Proyek, Konsultan Pengawas, Pelaksana dan dibuat Berita Acara Pematokan.
Bouwplank terbuat dari papan yang bagian atasnya dipakukan pada patok
kayu persegi 4/6 cm yang tertanam dalam tanah cukup kuat. Untuk menentukan ketinggian
papan bouwplank secara rata bagian atasnya dari papan bowplank harus di
waterpass (horizontal dan siku), sedangkan untuk mengukur dari titik As ke As
antar ruangan digunakan meteran. Setiap titik pengukuran ditandai dengan paku
dan dicat dengan cat merah dan ditulis ukuran pada papan bouwplank agar mudah
di cek kembali. Pemasangan papan bowplank dilaksanakan pada jarak 1,5 m dari As
sekeliling bangunan dan dipakukan pada patok – patok yang terlebih dahulu
ditancapkan kedalam tanah.
Bahan yang digunakan :
1.
Kayu Balok Klas III
2.
Paku
3.
Papan
Peralatan :
1.
Peralatan Tukang
Lengkap
Personil yang dibutuhkan :
1. Mandor
2. Kepala
Tukang
3. Tukang
4. Pekerja
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan
pekerjaan ini pada Minggu Pertama hingga minggu kedua.
3.
Pekerjaan Direksi
Keet
Merupakan ruang
kantor dilapangan yang didalamnya dilengkapi dengan ; papan tulis, papan buat
menempel gambar, buku tamu, buku direksi/pengawasan, meja, kursi, dll.
Bahan yang digunakan :
1. Kayu Dolken
2. Kayu Klas
III
3. Paku Biasa
4. Besi Strip
5. Semen
Portland
6. Pasir
Pasang
7. Pasir beton
8. Kerikil
9. Bata Merah
10.Seng Plat
11.Jendela nako
12.Kaca Polos
13.Kunci Tanam
14.Plywood 4mm
Peralatan :
1. Peralatan Tukang Lengkap
Personil
yang dibutuhkan
1. Mandor
2. Kepala
Tukang
3. Tukang
4. Pekerja
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan
pekerjaan ini pada Minggu Pertama hingga minggu kedua.
4.
Pekerjaan
Penyediaan Air Kerja
Air kerja sangat
diperlukan dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan, dimana air kerja berfungsi
untuk pekerjaan testing comissioning dan campuran adukan pekerjaan lainnya.
Untuk pengadaan air kerja diperlukan satu buah mesin pompa untuk distribusi air
kerja. Pemasangan pompa air dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan
pemantekan untuk mendapatkan sumber air, kemudian dilakukan pemasangan pipa dan
kran air. Air untuk keperluan kerja ditampung dalam toren air atau drum air.
Air kerja dapat juga diperoleh dari sumber existing yang ada dengan
penyambungan dan membayar sejumlah biaya yang telah ditentukan.
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan
pekerjaan ini selama pekerjaan fisik dilapangan masih berlangsung
5.
Pekerjaan Papan
Nama Pekerjaan
Pada tahap awal pekerjaan,
pembuatan dan pemasangan nomenklatur (papan nama proyek) merupakan keharus yang
akan dilaksanakan yang mana ukuran dan bahan serta lokasi pemasangannya
ditentukan oleh direksi.
Bahan yang digunakan :
1.
Kayu Kaso 4/6 ;
2.
Paku ;
3.
Multiplek 9 mm ;
4.
Banner.
Peralatan :
1.
Peralatan Tukang
Lengkap
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan
pekerjaan ini pada Minggu Pertama hingga minggu kedua.
6.
Pekerjaan
Dokumentasi dan Pelaporan
Dokumentasi dan Pelaporan yang dimaksud
yaitu pengurusan perijinan, pelaporan,
termijn, atau surat menyurat lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan
kegiatan.
Pelaporan
kemajuan pekerjaan dilakukan setiap minggu dan pada minggu ke-30 s.d. ke-31
dilakukan PHO.
Dokumentasi dibuat sebanyak lima kali yaitu foto kondisi sebelum pelaksanaan
pekerjaan 0%, foto kondisi pekerjaan 25 %, 50 %, 75 % dan foto kondisi selesai pekerjaan. Penyajian dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dibuat
dalam album foto rangkap 4 (empat) atau secukupnya dengan peralatan kamera
digital.
Peralatan yang digunakan :
·
Personal Computer
·
Kamera Digital
·
Printer A4
·
Printer A3
Bahan yang
dibutuhkan :
·
Kertas A4
·
Kertas A3
·
Kertas Poto
·
Tinta Printer / All Item
Personil
·
Administrasi
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini selama
pekerjaan fisik dilapangan masih berlangsung
B.
PEKERJAAN TANAH
Tahapan Pekerjaan :
Pekerjaan galian tanah
· Langkah pertama adalah mempersiapkan alat
bantu kerja sesuai dengan MS (Method Schedule) Pekerjaan Tanah : Manual atau
dengan alat berat crane dan bored pile.
· Mempersiapkan alat bantu ukur
(Theodolite/Total Station) untuk penentuan batas galian dan pompa air untuk
dewatering.
· Untuk pekerjaan yang besar dan galian dalam
serta berbatasan dengan bangunan lain perlu disiapkan turap untuk dapat menahan
tanah di sekelilingnya dan mencegah terjadinya kelongsoran seperti sheet pile,
continuous pile, H pile dan lain-lain.
Pekerjaan urugan tanah
·
Urugan lapangan luas tanpa hambatan. Gerak kerja dari alat berat lebih
bebas dan tampak lebih mudah sehingga jumlah armada dump truck dan alat berat
sangat menentukan sekali terhadap schedule pelaksanaan.
·
Urugan tepi-tepi struktur atau diantara struktur. Relatif lebih sulit dan
durasi pekerjaan lebih lama, terkadang area tepi pemadatan tidak dapat
menggunakan alat berat, cukup dengan stamper, baby roller, dll.
·
Membersihkan lokasi yang akan diurug terhadap kayu, semak-semak atau
sampah lainnya.
·
Menyediakan tanah urugan dengan kualitas yang baik.
·
Membuat batas-batas, patok-patok, menarik benang dari 1 patok ke patok yang
lainnya, agar diperoleh permukaan tanah rata-rata sesuai dengan level yang
diharapkan.
·
Lokasi yang akan diurug/ ditinggikan dipersiapkan terlebih dahulu supaya
terdapat hubungan yang baik antara tanah dasar dengan tanah urugan nantinya.
Pekerjaan tanah pada Pembangunan Ruang Kelas Baru
(RKB) SMKN 1 Kota Jambi ini dititik beratkan pada pekerjaan pondasi
yang terdiri dari :
1.
Pek. Galian Tanah Pondasi
2.
Pek. Urugan Tanah Bekas Galian
3.
Pek. Urugan Tanah Dipadatkan
4.
Pek. Urugan Pasir
Bawah Pondasi t 5 cm
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan
pekerjaan ini pada minggu Kedua Hingga Keempat
C.
PEKERJAAN BETON DAN PONDASI
Pada penanganan pekerjaan struktur kami akan
mengelompokkan pekerja menjadi 3 (tiga) group, yaitu :
1.
Kelompok Pekerjaan Pembesian
a.
Persiapan
yang harus dilakukan adalah membersihkan besi tulangan dari karat atau kotoran
yang melekat dengan menggunakan sikat atau penggosok atau menggunakan larutan
kimia, hal ini dilakukan agar kekakuan besi tidak berkurang.
b.
Pengukuran
panjang besi yang akan dibuat tulangan berdasarkan ukuran gambar yang telah
ditetapkan.
c.
Besi
tulangan yang akan dipotong dikelompokan setelah diberi tanda pada bagian yang
akan dipasang, pengelompokan berdasarkan dengan ukuran dan penggunaannya
masing-masing.
d.
Pekerjaan
penulangan ini meliputi menggunting /memotong, membengkokan dan merangkai besi
tulangan sesuai dengan bentuk gambar yang telah direncanakan.
b.
Sebelum tulangan dipasang harus
dibersihkan dari kotoran serta bahan-bahan lain yang
mengurangi gaya lekat beton.
c.
Tulangan
harus dipasang dengan baik hingga sebelum dan selama pengecoran tidak berubah
tempat dan bentuknya.
d.
Batang
tulangan harus dipasang pada tempatnya sesuai dengan yang
ditentukan dalam rencana / bestek.
e.
Apabila
pipa-pipa atau benda-benda lain direncanakan menembus beton atau ditanam
didalam beton, maka tulangan tidak boleh dipotong/ digeser.
2.
Kelompok Pekerjaan Bekisting
a.
Bekisting
harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah meresap air dan direncanakan
sedemikian rupa hingga dapat mudah dilepaskan pada beton tanpa menyebabkan
kerusakan dari beton itu sendiri.
b.
Bekisting
harus kokoh dan cukup rapat sehingga dapat dicegah kebocoran adukan-adukan yang
dituangkan kedalamnya.
c.
Kayu yang
dipakai untuk bekisting/cetakan beton harus terdiri dari kayu yang
bermutu tinggi dan memberi jaminan kekuatan.
3.
Kelompok Pekerjaan Pengecoran
a.
Sebelum pelaksanaan
pengecoran beton dimulai, terlebih dahulu dilakukan pengujian beton ini
dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan/ mutu beton yang akan dibuat.
b.
Mutu beton
yang akan dipergunakan harus berkualitas baik dengan tegangan karakteristik.
c.
Sebelum pembuatan beton dilakukan
semua alat-alat pengaduk dan pengangkut beton harus sudah bersih.
d.
Jenis Mesin
pengaduk dan jenis Timbangan atau takaran semen dan agregat harus di setujui
terlebih dahulu oleh Pengawas ahli yang ada Sesuai dengan tingkat mutu beton
yang hendak di capai, perbandingan campuran bahan susunan yang harus di
tentukan agar beton yang di hasilkan dapat memberikan :
§ Kecelakaan dan konsistensi yang memungkinkan
pekerjaan beton ( Penuangan, perataan, pemadatan ) dengan mudah kedalam
acuan dan sekitar tulangan tanpa menimbulkan
kemungkinan terjadinya pemisahan antara agregat dan air.
§
Ketahanan
terhadap kondisi lingkungan kusus ( Kedap air, korosif, dan lain sebagainya. ).
§
Memenuhi Uji
kuat yang hendak di capai .
e. Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ke
tempat pengecoran harus di lakukan dengan baik hal ini untuk
mencegah terpisahnya bahan campuran beton yang sudah di campur.
f. Adukan Beton Sudah harus di cor dalam waktu 1
jam setelah pengadukan dengan air di mulai jangka waktu ini harus di
perhatikan, apabila keperluan pengankutan di perlukan waktu yang panjang,
jangka waktu tersebut dapat di perpanjang sampai 2 jam
g.
Sebelum
beton di cor, semua ruang- ruang yang akan di isi dengan beton harus di
bersihkan dari kotoran, kemudian bekisting / perancah dan pasangan dinding yang
akan berhubungan dengan beton harus di basahi dengan air sampai jenuh sedangkan
tulangan harus terpasang dengan baik.
h.
Air harus di
buang dari semua ruang yag akan di isi dengan
beton, kecuali apabila menurut
persetujuan pengawas itu tidak perlu di lakukan.
i.
Beton harus
di cor sedekat-dekatnya ketujuan yang terakhir, hal ini di lakukan untuk
mempermudah pekerjaan pengecoran beton dan menghindari terpisahnya campuran
beton.
j.
Pekerjaan
pengecoran beton di lakukan dari bagian yang terjauh dari tempat distribusinya
sampai mencapai bagian akhir pelaksanaan yang telah di tetapkan.
k.
Untuk
Mencegah timbulmya rongga-rongga kosong dan sarang-sarang krikil, adukan beton
harus di padatkan selama pengecoran, pemasatan ini dapat di lakukan dengan cara
menumbuk –numbuk adukan dan memukul- mukul cetakan.
l.
Di anjurkan
untuk senantiasa menggunakan alat- alat pemadat mekamis ( Vibrator ),
Taujuannya adalah untuk memadatkan beton sehingga beton menjadi rapat, padat,
kuat dan kokoh dan senyawa.
m.
Beton selama
seminggu sesudah di tuangkan harus senantiasa di basahi, selanjutnya harus
memenuhi syarat-syarat yang di uraikan dalam P.B.I ( NI – 2 ) 1971.
n.
Sloof juga
termasuk kedalam beton bertulang yang diletakkan secara horizontal diatas
pondasi. Sloof berfungsi untuk meratakan beban yang bekerja pada pondasi dan
pengikat struktur bawah ujung dasar kolom.
o.
Kolom beton
merupakan bagian strukur yang arahnya vertikal.
p.
Pada Plat
lantai pembongkaran bekisting harus di lakukan dari daerah tarik yang mempunyai
momen maksimun yaitu di bagian tengah terus di buka secara mundur ke belakang /
ke bagian samping,
q.
Pembukaan
bekisting untuk balok harus di lakukan minimal 2 hari setelah di lakukan pengecoran,
Adapun dalam
item pekerjaan beton berikut peralatan dan bahan serta kebutuhan personil
disesuai kan dengan item pekerjaan nya.
Pekerjaan beton dan pondasi pada proyek ini
dikelompokkan menjadi :
1.
Pek. Lantai Kerja
Bawah Pondasi dan Sloof Mutu Beton K-100
2.
Pek. Cor
Rabat/Kaki Lima Mutu Beton K-100
3.
Pek. Cor Lantai
Saluran Mutu Beton K-100
4.
Pek. Pondasi
Pasangan 1 1/2 Bata ad. 1:3 (Bangunan)
5.
Pek. Pondasi
Pasangan 1 Bata ad. 1:3 (Bangunan)
6.
Pek. Pondasi
Pasangan 1 Bata ad. 1:3 (kaki lima)
7.
Pek. Dinding Pasangan 1/2
Bata ad. 1:3 (saluran)
8.
Pek. Pondasi
Tapak Beton Btl (K-175)
9.
Pek. Balok Sloof
uk. 20 x 30 cm Beton Btl (K-175)
10.
Pek. Kolom
Rabat/Kaki Lima (K2) 20x20 cm Beton Btl (K-175)
11.
Pek. Kolom
Pedestral 30/30 cm Beton Btl (K-175)
12.
Pek. Kolom
Bangunan Uk. 30x30 cm Beton Btl (K-175)
13.
Pek. Kolom Teras
uk. 30/30 cm Beton Btl (K-175)
14.
Pek. Kolom
Praktis uk. 11 / 11 Beton Btl (K-175)
15.
Pek. Ring Balok
uk. 13/ 15 Beton Btl (K-175)
16.
Pek. Ring Balok
uk. 13/ 20 Beton Btl (K-175)
Peralatan yang digunakan :
·
Peralatan Pertukangan
·
Concrate Mixer
·
Truck Mixer
·
Concrate Pump
Bahan yang
dibutuhkan :
·
Semen
·
Pasir
·
Kerikil / Batu Pecah
·
Besi Polos
·
Papan Kayu Klas III
·
Kayu balok Klas III
·
Kayu Dolken
·
Paku Biasa
·
Minyak Begisting
Personil
·
Mandor
·
Kepala Pelaksana
·
Tukang Besi
·
Tukang Kayu
·
Tukang Beton
·
Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu
Ketiga Hingga kesepuluh
D.
PEKERJAAN DINDING DAN
LANTAI
1.
Pekerjaan
Pasangan
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding & plesteran dapat diuraikan
sebagai berikut :
1.
Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan
dipasang dinding bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material
yang dibutuhkan.
2.
Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat
tanda posisi kolom praktis, ring balok, dan lubang kusen.
3.
Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum
dipakai untuk mengurangi penyerapan air.
4.
Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang
telah dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis
sampai setinggi 1 m dengan menggunakan adukan 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding
biasa dan 1pc : 3ps untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa
berbeda tergantung dari persyaratan yang ditetapkan).
5.
Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara
merata ke permukaan bata merah.
6.
Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus
diperiksa kerataan pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai
mencapai elevasi yang diinginkan.
7.
Setelah tinggi pasangan bata merah mencapai 1 m kemudian dilanjutkan
dengan cor beton kolom praktis.
8.
Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah
benar dan sesuai dengan yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan sampai dengan
tinggi maksimum 1 m, kemudian periksa lagi kelurusan dan vertikalnya, setelah
itu dilanjutkan cor kolom praktis dan dilanjutkan pemasangan bata merah sampai
elevasi yang ditentukan dan cor kolom praktis sampai elevasi sesuai gambar
9.
Selanjutnya dilakukan pekerjaan plesteran yang dimulai dengan jalan
membuat kepalaan plesteran pada sisi vertical jarak 2 m sesuai dengan ketebalan
yang diinginkan dengan bantuan unting-unting pada sisi horizontal pada elevasi
plafond atau diujung atas dinding dengan bantuan benang.
10. Sebelum melakukan
pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram / dibasahi dengan air,
kemudian dilakukan pekerjaan plesteran pada dinding secara merata, menggunakan
adukan mortar 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan 1pc : 3ps untuk
pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari
persyaratan yang ditetapkan) sampai 10 – 15 mm atau sampai ketebalan yang
ditentukan.
11. Setelah plesteran
kering dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian dilanjutkan dengan
pekerjaan acian menggunakan acian semen. Sesudah pekerjaan acian selesai,
permukaan dinding difinish dengan plamur tembok. Untuk dasaran/plamur tembok
jika diperlukan dan hanya dipergunakan pada ruangan interior yang permukaannya
tidak rata atau retak-retak. Dinding yang telah selesai diplamur kemudian
diampelas, sehingga memberikan permukaan dinding tembok yang halus, licin dan
rapi.
Item yang akan dikerjakan pada pekerjaan pasangan adalah :
1. Pek. Pasangan Dinding Bata ad. 1 : 4
2. Pek. Plesteran Dinding ad. 1 : 4
3. Pek. Plesteran Beton ad. 1 : 3
4. Pek. Pas. Keramik
40 x 40 Cm ( Ruang + Teras )
Peralatan
yang digunakan dalam pekerjaan :
·
Alat
Pertukangan
·
Concrate
Mixer
·
Lori
·
Drum Air
·
Pompa Air +
Slang
·
Water Pass
Bahan yang dibutuhkan :
·
Batu Bata
·
Semen
·
Pasir Pasang
Personil
yang dibutuhkan :
·
Mandor
·
Kepala
Pelaksana
·
Tukang Batu
·
Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu
Keslima Hingga Kedua belas
2.
Pekerjaan Kozen Kayu dan Daun Pintu
Jendela
Pemasangan kusen pintu dapat dilakukan bersamaan
dengan pemasangan bata atau untuk kusen kayu dilakukan setelah balok gantung dan dinding terpasang. Sedangkan untuk pemasangan pintu dan
jendela dapat dilakukan kemudian, atau ketika
pekerjaan lantai selesai dilakukan namun tetap memperhatikan gambar detail yang ada pada shop
drawing. Bersamaan dengan
pemasangan pintu dan jendela, dipasang juga
aksesoris dari pintu dan jendela
seperti, kunci tanam, handle jendela, handle pintu, dan lainsebagainya.
Item yang
dikerjakan dalam pekerjaan Kozen Aluminium dan Daun Jendela adalah :
1.
Pek. Kusen
Kayu Kelas I
2.
Pek. Daun
Pintu Panel Kayu Kelas I
3.
Pek. Daun
Jendela Kaca Bingkai Kayu Kelas II
4.
Pek. Pas.
Papan Ram Ventilasi 2/12 x 0,62 cm Kayu Kelas II
5.
Pek. Lubang
Angin 20 x 20 cm (Bawah Jendela)
6.
Pek. Kaca
Mati T. 5cm
Adapun
kebutuhan alat, bahan dan personil setiap item pekerjaan pada pekerjaan konzen kayu
dan Daun Pintu Jendela adalah :
Peralatan
yang digunakan dalam pekerjaan :
·
Alat
Pertukangan
·
Water Pass
Bahan yang dibutuhkan :
·
Kozen kayu
·
Pintu
Multipleks
·
Kaca Mati
·
List Pintu
Stainless Steel
Personil
yang dibutuhkan :
·
Mandor
·
Kepala
Pelaksana
·
Tukang Batu
·
Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu
Kesepuluh Hingga Kesebelas
3.
Pekerjaan Plafond
dan rangka
Dalam proyek ini
penutu atap dan plafond yang digunakan yaitu plafond Celing Panel. Dimana
rangka plafond menggunakan rangka besi hollow
finishing cat. Adapun cara pelaksanaan Plafond
Gypsum yaitu
a.
Rangka hollow
dipasang terlebih dahulu sesuai dengan gambar kerja (Shop Drawing). Biasanya
pemasangan rangka plafond ini beriringan dengan pemasangan rangka atap baja
ringan.
b.
Memperhatikan
ruangan, dan mencari sisi dari ruang yang siku terlebih dahulu.
c.
Pasang alat bantu
(Scafolding), jika bisa scafolding yang digunakan memiliki roda supaya tidak
merusak keramik.
d.
Kemudian pasang papan
plafond kalsiboard 4,5 mm.
e.
Pemasangan diatur
pertemuan antar papan pertigaan.
Item yang
dikerjakan dalam pekerjaan Plafond adalah :
1.
Pek. Plafond
Gypsum Board Tebal 9 mm
2.
Pek. Plafond
GRC Board Tebal 4 mm
3.
Pek. Rangka
Plafond Besi Hollow Galvanis
4.
Pek. List
Profil Plafond
Peralatan
yang digunakan dalam pekerjaan :
·
Alat
Pertukangan
·
Waterpass
Bahan yang dibutuhkan :
·
Besi Hollow
·
Sekrup paku
·
Gypsum Board
·
List Gypsum
Profil
·
Tepung
Gypsum
Personil
yang dibutuhkan :
·
Mandor
·
Kepala
Pelaksana
·
Tukang
Plafond
·
Pekerja
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu
pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Kedua belas Hingga Kelima belas.
4.
Pekerjaan Atap
Genteng Metal
Dalam proyek ini
pekerjaan atap memakai atap Genteng Metal yang dikerjakan
setelah pekerjaan Struktur Baja selesai dikerjakan, atap dipasang sedemikian
rupa sehingga kokoh dan rapi, agar atap penutupnya dapat dipasang dengan baik
dan sempurna, dimensi rangka baja dan penempatannya disesuaikan dengan
spesifikasi teknis dan gambar rencana. Atap penutup terdiri dari atap Genteng Metal setelah itu
dipasang juga nok atas genteng dengan bahan yang sama dengan atap penutup,
kemudian talang jurai dari genteng metal juga dipasang,
ukuran dimensidi sesuaikan dengan spesifikasi teknis dan gambar rencana.
Item yang
dikerjakan dalam pekerjaan Atap Genteng metal adalah :
1.
Pek. Kuda - kuda
Rangka Baja Ringan Standar SNI
2.
Pek. Pas. Atap
genteng Metal
3.
Pek. Bubungan
Genteng metal
4.
Pek. Bubungan
Samping (Flashing) Metal
5.
Pek. Lisplank GRC
Board ( 0,9/25 cm dan 0,9/10 cm
Adapun kebutuhan
Alat, Bahan & Personil Setiap Item Pekerjaan Adalah Sebagai berikut :
Peralatan
yang digunakan dalam pekerjaan :
·
Alat
Pertukangan
·
Mesin Genset
·
Bor Tangan
Bahan yang dibutuhkan :
·
Pas. Main
Truss C 75-75
·
Roof Battom
/ Reng R. 33-0, 45
·
Screew Dia 6
x 20 ( truss Bottom)
·
Dynabolt
·
Genteng
Metal T 3 mm
·
Nok Zinc
Alume
·
Talang
karpet
·
Lisplank GRC
·
Paku Biasa
2” – 5”
Personil
yang dibutuhkan :
·
Mandor
·
Kepala Pelaksana
·
Tukang rangka
baja
·
Pekerja
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu ketujuh
Hingga Keempat belas
5.
Pekerjaan Instalasi Listrik
1.
Pekerjaan Elektrikal
a.
Pekerjaan Panel dan Transpormator
Pekerjaan Panel
dan Transformator adalah pengadaan Unit Transformator dan Panel beserta pengkabelannya /
Instalasi
b.
Pekerjaan Instalasi Penerangan
Yang dimaksud
pekerjaan penerangan adalah pekerjaan pemasangan instalasi penerangan,
pemasangan armature pemasangan stop kontak lengkap dengan kabel distribusu
dan lainnya.
Tahapan Pekerjaan
Instalasi Penerangan Adalah :
·
Pada saat
pengecoran plat lantai, pekerjaan Penerangan dan Stopkontak dapat segera
dimulai dengan pemasangan sparing conduit bersamaan dengan pembesian plat
lantai.
·
Setelah bekisting
plat lantai dibongkar, maka pekerjaan wiring kabel untuk elektrikal dan
Stopkontak dapat segera dimulai sesuai shop drawing yang disetujui.
·
Test tahanan
isolasi kabel dan grouping.
·
Jika hasil test
dinyatakan baik, maka pada saat pemasangan kerangka plafon dimulai juga
pemasangan armature lampu.
·
Untuk Stopkontak
pada saat pekerjaan bata (dinding) sparing dan wiring dimulai dipasang pada
dinding dimana titik Stopkontak diletakkan.
·
Setelah dinding
dilakukan finishing dan kondisi keamanan sudah terjamin (ruangan terkunci) maka
Stopkontak dapat dipasang.
·
Setelah itu
dilanjutkan dengan connection instalasi ke panel di masing –
masing lantai.
·
Connection panel
per lantai dengan panel induk (LVMDP).
Item yang
dikerjakan dalam pekerjaan Elektrikal adalah :
1.
Pek.
Instalasi Titik Lampu
2.
Pek. Stop
Kontak
3.
Pek. Saklar
Ganda
4.
Pek. Lampu
XL
5.
Pek. MCB +
Box Sekering
Peralatan
yang digunakan dalam pekerjaan :
·
Tang
·
Obeng
·
Multi tester
Personil
yang dibutuhkan :
·
Mandor
·
Kepala
Pelaksana
·
Ahli Listrik
·
Tukang
Listrik
·
Pekerja
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu
pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Kedelapan
6.
Pekerjaan
Gantungan dan Kunci
Item yang
dikerjakan dalam pekerjaang gantungan dan
kunci adalah :
1.
Pek. Kunci Taman
Biasa
2.
Pek. Engsel Pintu
4" H Nylon
3.
Pek. Engsel
Jendela 3" H Nylon
4.
Pek. Grendel
Pintu
5.
Pek. Grendel
Jendela
6.
Pek. Hak Angin
7.
Pek. Tarikan
Jendela
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan
pekerjaan ini pada minggu Kesebelas hingga
minggu kedua belas
7.
Pekerjaan
Finishing dan Pengecetan
Proses
Pelaksanaan Pekerjaan Pengecetan yaitu :
·
Aplikasi
pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut menggunakan kuas.
·
Pastikan
dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
·
Proteksi
area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
·
Permukaan
dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas, sikat
kawat atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
·
Setelah
permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-pori/lubang-lubang
kecil dan retak-retak halus tertutup.
·
Setelah
plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan permukaan yang
bersih/halus.
·
Selanjutnya
permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat). Apabila
setelah disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan
diampelas.
·
Untuk
dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk anti jamur/lumut.
Kemudian dilakukan pengecatan finish untuk dinding minimal 2 (dua) lapis dengan
menggunakan cat dinding emultion.
·
Pengulangan
cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
1.
Pek. Cat
Dinding Tembok
2.
Pek. Cat
Plafond
3.
Pek. Cat
Kilat Pintu, Jendela, Kusen, dan Ventilasi
4.
Pek. Cat
Kilat Papan Lisplank
5.
Pek.
Pembersihan Akhir
Peralatan
yang digunakan dalam pekerjaan :
·
Alat
Pertukangan
·
Waterpass
·
Amplas
·
Roll Cat
·
Kuas
Bahan yang dibutuhkan :
·
Plamir
·
Cat Dasar
·
Cat Penutup
Personil
yang dibutuhkan :
·
Mandor
·
Kepala
Pelaksana
·
Tukang Cat
·
Pekerja
Rencana waktu
pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Kelima
belas Hingga Minggu Kedelapan Belas.
4.
PEKERJAAN
PEMERIKSAAN AKHIR
Setelah semua
Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan melakukan pemeriksaan akhir bersama-sama
konsultan pengawas/Direksi, PPTK/PPK dan KPA dan melakukan serah terima
pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu yang telah
ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi
tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
5.
PENUTUP
Demikianlah
Metoda Pelaksanaan ini kami buat untuk memenuhi persyaratan Usulan Teknis
penawaran yang kami ajukan. Meskipun dalam Metoda Pelaksanaan ini tidak
diuraikan secara rinci setiap item pekerjaan yang akan dilaksanakan, namun kami
akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk melaksanakan semua pekerjaan yang kami
tawar, sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam bestek, gambar, dan Berita Acara
Penjelasan Pekerjaan.
Jambi, 12 Juli 2018
Jambi, 12 Juli 2018