METODE PELAKSANAAN BANGUNAN GEDUNG

watch_later Minggu, 15 Juli 2018
comment 1 Comment



1.   PENDAHULUAN
Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB)  ini merupakan pekerjaan yang dibiayai dari APBD Provinsi ............... Tahun Anggaran 2018. Dimana masa pelaksanaannya adalah 130 (Seratus Tiga Puluh) hari kalender atau setara dengan 4 (Empat) bulan 10 (sepuluh) hari.
Mengingat waktu yang terbatas dalam melaksanakan pekerjaan tersebut diatas, maka diperlukan managemen pengelolaan yang tepat sehingga pelaksaan pekerjaan dapat berjalan dengan sukses dan lancar, dimana proyek dapat berjalan dengan tepat waktu dan tepat mutu serta menghasilkan bangunan yang bernilai estetika (indah).

2.   INFORMASI PEKERJAAN
Satuan Kerja                               : Dinas Pendidikan Provinsi .......................
Pekerjaan                                    : Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) .............................
Lokasi                                            : ...............................
Tahun Anggaran                       : 2018
Masa Pelaksanaan                    : 130 (Seratus Tiga Puluh) hari kalender
Masa Pemeliharaan                 : 180 (seratus delapan puluh) hari kalender

3.   TAHAP PELAKSANAAN
A.   PEKERJAAN UMUM
Pekerjaan umum merupakan pekerjaan persiapan awal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek. Salah satu yang harus dilakukan adalah rapat pra konstruksi (pre construction meeting) yang dihadiri oleh pihak direksi (PPK beserta staffnya), konsultan Pengawas dan pihak kami. Pada pre contuction meeting ini akan dibahas semua hal baik yang teknis maupun non teknis yang berkaitan dengan proyek ini.
Hal-hal yang menjadi prioritas untuk kelancaran proyek ini adalah sebagai berikut :
1.       Perizinan dan Penempatan direksi keet/Barrak Kerja yang strategis;
2.       Perizinan dan Penempatan peralatan dan material yang tepat sasaran;
3.       Membuat pengamanan/pelindung bagi operasional proyek;
4.       Pembuatan drainase yang tepat guna serta penanganan buangan air yang baik;
5.       Membuat akses jalan yang baik, sehingga tidak mengganggu aktifitas pekerjaan;
6.       Menempatkan rambu-rambu keselamatan pada lokasi-lokasi strategis, dll.
7.       Mengadakan sosialisasi terkait kegiatan proyek kepada masyarakat sekitar. 

Item pekerjaan umum yang dilakukan dalam proyek ini meliputi :
1.        Pekerjaan Pembersihan Lokasi Bangunan
Pekerjaan Pembersihan lahan, berupa pembersihan dan penebangan pohon, terutama yang berada dilokasi yang akan dikerjakan, serta lainnya yang mengganggu pelaksanaan pekerjaan. Bila pada lokasi terdapat pohon, pagar atau lainnya yang harus ditebang/bongkar maka harus mendapat izin dari Pengguna Anggaran. Pekerjaan pembersihan dilakukan dengan menggunakan tenaga manual.
Peralatan yang digunakan :
·         Peralatan pertukangan lengkap (cangkul, parang, dll)
Personil
·         Mandor
·         Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada Minggu Pertama hingga minggu kedua.

2.        Pekerjaan Pengukuran Bowplank
Pekerjaan ini biasanya dilakukan seiring atau setelah pekerjaan pengukuran dilakukan. Pemasangan Bouwplank (Pematokan) dilaksanakan bersama-sama oleh Pihak Proyek, Konsultan Pengawas, Pelaksana dan dibuat  Berita Acara Pematokan.
Bouwplank terbuat dari papan yang bagian atasnya dipakukan pada patok kayu persegi 4/6 cm yang tertanam dalam tanah cukup kuat. Untuk menentukan ketinggian papan bouwplank secara rata bagian atasnya dari papan bowplank harus di waterpass (horizontal dan siku), sedangkan untuk mengukur dari titik As ke As antar ruangan digunakan meteran. Setiap titik pengukuran ditandai dengan paku dan dicat dengan cat merah dan ditulis ukuran pada papan bouwplank agar mudah di cek kembali. Pemasangan papan bowplank dilaksanakan pada jarak 1,5 m dari As sekeliling bangunan dan dipakukan pada patok – patok yang terlebih dahulu ditancapkan kedalam tanah.
Bahan yang digunakan :
1.         Kayu Balok Klas III
2.         Paku
3.         Papan
Peralatan :
1.         Peralatan Tukang Lengkap 
Personil yang dibutuhkan :
1.       Mandor
2.       Kepala Tukang
3.       Tukang
4.       Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada Minggu Pertama hingga minggu kedua.

3.        Pekerjaan Direksi Keet
Merupakan ruang kantor dilapangan yang didalamnya dilengkapi dengan ; papan tulis, papan buat menempel gambar, buku tamu, buku direksi/pengawasan, meja, kursi, dll.
Bahan yang digunakan :
1.    Kayu Dolken
2.    Kayu Klas III
3.    Paku Biasa
4.    Besi Strip
5.    Semen Portland
6.    Pasir Pasang
7.    Pasir beton
8.    Kerikil
9.    Bata Merah
10.Seng Plat
11.Jendela nako
12.Kaca Polos
13.Kunci Tanam
14.Plywood 4mm
Peralatan :
1.    Peralatan Tukang Lengkap
Personil yang dibutuhkan
1.       Mandor
2.       Kepala Tukang
3.       Tukang
4.       Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada Minggu Pertama hingga minggu kedua. 

4.        Pekerjaan Penyediaan Air Kerja
Air kerja sangat diperlukan dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan, dimana air kerja berfungsi untuk pekerjaan  testing comissioning dan campuran adukan pekerjaan lainnya. Untuk pengadaan air kerja diperlukan satu buah mesin pompa untuk distribusi air kerja. Pemasangan pompa air dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pemantekan untuk mendapatkan sumber air, kemudian dilakukan pemasangan pipa dan kran air. Air untuk keperluan kerja ditampung dalam toren air atau drum air. Air kerja dapat juga diperoleh dari sumber existing yang ada dengan penyambungan dan membayar sejumlah biaya yang telah ditentukan.
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini selama pekerjaan fisik dilapangan masih berlangsung

5.        Pekerjaan Papan Nama Pekerjaan
Pada tahap awal pekerjaan, pembuatan dan pemasangan nomenklatur (papan nama proyek) merupakan keharus yang akan dilaksanakan yang mana ukuran dan bahan serta lokasi pemasangannya ditentukan oleh direksi.
Bahan yang digunakan :
1.         Kayu Kaso 4/6 ;
2.         Paku ;
3.         Multiplek 9 mm ;
4.         Banner.
Peralatan :
1.         Peralatan Tukang Lengkap
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada Minggu Pertama hingga minggu kedua.

6.        Pekerjaan Dokumentasi dan Pelaporan
Dokumentasi dan Pelaporan yang dimaksud yaitu pengurusan perijinan, pelaporan, termijn, atau surat menyurat lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan.
Pelaporan kemajuan pekerjaan dilakukan setiap minggu dan pada minggu ke-30 s.d. ke-31 dilakukan PHO.
Dokumentasi dibuat sebanyak lima kali yaitu foto kondisi sebelum pelaksanaan pekerjaan 0%, foto kondisi pekerjaan 25 %, 50 %, 75 % dan foto kondisi selesai pekerjaan. Penyajian dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dibuat dalam album foto rangkap 4 (empat) atau secukupnya dengan peralatan kamera digital.
Peralatan yang digunakan :
·         Personal Computer
·         Kamera Digital
·         Printer A4
·         Printer A3
Bahan yang dibutuhkan :
·         Kertas A4
·         Kertas A3
·         Kertas Poto
·         Tinta Printer / All Item
Personil
·         Administrasi
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini selama pekerjaan fisik dilapangan masih berlangsung


B.   PEKERJAAN TANAH
Tahapan Pekerjaan :
Pekerjaan galian tanah
·      Langkah pertama adalah mempersiapkan alat bantu kerja sesuai dengan MS (Method Schedule) Pekerjaan Tanah : Manual atau dengan alat berat crane dan bored pile.
·      Mempersiapkan alat bantu ukur (Theodolite/Total Station) untuk penentuan batas galian dan pompa air untuk dewatering.
·      Untuk pekerjaan yang besar dan galian dalam serta berbatasan dengan bangunan lain perlu disiapkan turap untuk dapat menahan tanah di sekelilingnya dan mencegah terjadinya kelongsoran seperti sheet pile, continuous pile, H pile dan lain-lain.
Pekerjaan urugan tanah
·      Urugan lapangan luas tanpa hambatan. Gerak kerja dari alat berat lebih bebas dan tampak lebih mudah sehingga jumlah armada dump truck dan alat berat sangat menentukan sekali terhadap schedule pelaksanaan.
·      Urugan tepi-tepi struktur atau diantara struktur. Relatif lebih sulit dan durasi pekerjaan lebih lama, terkadang area tepi pemadatan tidak dapat menggunakan alat berat, cukup dengan stamper, baby roller, dll.
·      Membersihkan lokasi yang akan diurug terhadap kayu, semak-semak atau sampah lainnya.
·      Menyediakan tanah urugan dengan kualitas yang baik.
·      Membuat batas-batas, patok-patok, menarik benang dari 1 patok ke patok yang lainnya, agar diperoleh permukaan tanah rata-rata sesuai dengan level yang diharapkan.
·      Lokasi yang akan diurug/ ditinggikan dipersiapkan terlebih dahulu supaya terdapat hubungan yang baik antara tanah dasar dengan tanah urugan nantinya.
Pekerjaan tanah pada Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMKN 1 Kota Jambi ini dititik beratkan pada pekerjaan pondasi yang terdiri dari :
1.         Pek. Galian Tanah Pondasi
2.         Pek. Urugan Tanah Bekas Galian
3.         Pek. Urugan Tanah Dipadatkan
4.         Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi t 5 cm
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Kedua Hingga Keempat

C.   PEKERJAAN BETON DAN PONDASI
Pada penanganan pekerjaan struktur kami akan mengelompokkan pekerja menjadi 3 (tiga) group, yaitu :
1.        Kelompok Pekerjaan Pembesian
a.       Persiapan yang harus dilakukan adalah membersihkan besi tulangan dari karat atau kotoran yang melekat dengan menggunakan sikat atau penggosok atau menggunakan larutan kimia, hal ini dilakukan agar kekakuan besi tidak berkurang.
b.      Pengukuran panjang besi yang akan dibuat tulangan berdasarkan ukuran gambar yang telah ditetapkan.
c.       Besi tulangan yang akan dipotong dikelompokan setelah diberi tanda pada bagian yang akan dipasang, pengelompokan berdasarkan dengan ukuran dan penggunaannya masing-masing.
d.      Pekerjaan penulangan ini meliputi menggunting /memotong, membengkokan dan merangkai besi tulangan sesuai dengan bentuk gambar yang telah direncanakan.
b.      Sebelum tulangan dipasang harus dibersihkan dari kotoran serta bahan-bahan lain yang mengurangi gaya lekat beton.
c.       Tulangan harus dipasang dengan baik hingga sebelum dan selama pengecoran tidak berubah tempat dan bentuknya.
d.      Batang tulangan harus dipasang pada tempatnya sesuai  dengan yang ditentukan  dalam rencana / bestek.
e.       Apabila pipa-pipa atau benda-benda lain direncanakan menembus beton atau ditanam didalam beton, maka tulangan tidak boleh dipotong/ digeser.

2.        Kelompok Pekerjaan Bekisting
a.       Bekisting harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah meresap air dan direncanakan sedemikian rupa hingga dapat mudah dilepaskan pada beton tanpa menyebabkan kerusakan dari beton itu sendiri.
b.      Bekisting harus kokoh dan cukup rapat sehingga dapat dicegah kebocoran adukan-adukan yang dituangkan kedalamnya.
c.       Kayu yang dipakai untuk bekisting/cetakan beton  harus terdiri dari kayu yang bermutu tinggi dan memberi jaminan kekuatan. 

3.        Kelompok Pekerjaan Pengecoran
a.       Sebelum  pelaksanaan pengecoran beton dimulai, terlebih dahulu dilakukan pengujian beton ini dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan/ mutu beton yang akan dibuat.
b.      Mutu beton yang akan dipergunakan harus berkualitas baik dengan tegangan karakteristik.
c.       Sebelum pembuatan beton dilakukan semua alat-alat pengaduk dan pengangkut beton harus sudah bersih.
d.      Jenis Mesin pengaduk dan jenis Timbangan atau takaran semen dan agregat harus di setujui terlebih dahulu oleh Pengawas ahli yang ada Sesuai dengan tingkat mutu beton yang hendak di capai, perbandingan campuran bahan susunan yang harus di tentukan agar beton yang di hasilkan dapat memberikan :
§ Kecelakaan dan konsistensi yang memungkinkan pekerjaan beton ( Penuangan, perataan, pemadatan ) dengan mudah kedalam acuan  dan sekitar tulangan tanpa menimbulkan kemungkinan  terjadinya pemisahan antara agregat dan air.
§  Ketahanan terhadap kondisi lingkungan kusus ( Kedap air, korosif, dan lain sebagainya. ).
§  Memenuhi Uji kuat yang hendak di capai .
e.  Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ke tempat pengecoran harus di lakukan dengan baik hal ini  untuk mencegah terpisahnya bahan campuran beton yang sudah di campur.
f.   Adukan Beton Sudah harus di cor dalam waktu 1 jam setelah pengadukan dengan air di mulai jangka waktu ini harus di perhatikan, apabila keperluan pengankutan di perlukan waktu yang panjang, jangka waktu tersebut dapat di perpanjang sampai 2 jam
g.       Sebelum beton di cor, semua ruang- ruang yang akan di isi dengan beton harus di bersihkan dari kotoran, kemudian bekisting / perancah dan pasangan dinding yang akan berhubungan dengan beton harus di basahi dengan air sampai jenuh sedangkan tulangan harus terpasang dengan baik.
h.      Air harus di buang dari semua ruang yag akan di isi dengan beton,        kecuali apabila menurut persetujuan pengawas itu tidak perlu di lakukan.
i.         Beton harus di cor sedekat-dekatnya ketujuan yang terakhir, hal ini di lakukan untuk mempermudah pekerjaan pengecoran beton dan menghindari terpisahnya campuran beton.
j.         Pekerjaan pengecoran beton di lakukan dari bagian yang terjauh dari tempat distribusinya sampai mencapai bagian akhir pelaksanaan yang telah di tetapkan.
k.       Untuk Mencegah timbulmya rongga-rongga kosong dan sarang-sarang krikil, adukan beton harus di padatkan selama pengecoran, pemasatan ini dapat di lakukan dengan cara menumbuk –numbuk adukan dan memukul- mukul cetakan.
l.         Di anjurkan untuk senantiasa menggunakan alat- alat pemadat mekamis ( Vibrator ), Taujuannya adalah untuk memadatkan beton sehingga beton menjadi rapat, padat, kuat dan kokoh dan senyawa.
m.    Beton selama seminggu sesudah di tuangkan harus senantiasa di basahi, selanjutnya harus memenuhi syarat-syarat yang di uraikan dalam P.B.I ( NI – 2 ) 1971.
n.      Sloof juga termasuk kedalam beton bertulang yang diletakkan secara horizontal diatas pondasi. Sloof berfungsi untuk meratakan beban yang bekerja pada pondasi dan pengikat struktur bawah ujung dasar kolom.

o.      Kolom beton merupakan bagian strukur yang arahnya vertikal.
p.      Pada Plat lantai pembongkaran bekisting harus di lakukan dari daerah tarik yang mempunyai momen maksimun yaitu di bagian tengah terus di buka secara mundur ke belakang / ke bagian samping,
q.      Pembukaan bekisting untuk balok harus di lakukan minimal 2 hari setelah di lakukan pengecoran, 
Adapun dalam item pekerjaan beton berikut peralatan dan bahan serta kebutuhan personil disesuai kan dengan item pekerjaan nya.

Pekerjaan beton dan pondasi pada proyek ini dikelompokkan menjadi :
1.       Pek. Lantai Kerja Bawah Pondasi dan Sloof Mutu Beton K-100
2.       Pek. Cor Rabat/Kaki Lima Mutu Beton K-100
3.       Pek. Cor Lantai Saluran Mutu Beton K-100
4.       Pek. Pondasi Pasangan 1 1/2 Bata ad. 1:3 (Bangunan)
5.       Pek. Pondasi Pasangan 1 Bata ad. 1:3 (Bangunan)
6.       Pek. Pondasi Pasangan 1 Bata ad. 1:3 (kaki lima)
7.       Pek. Dinding Pasangan 1/2 Bata ad. 1:3 (saluran)
8.       Pek. Pondasi Tapak Beton Btl (K-175)
9.       Pek. Balok Sloof uk. 20 x 30 cm Beton Btl (K-175)
10.   Pek. Kolom Rabat/Kaki Lima (K2) 20x20 cm Beton Btl (K-175)
11.   Pek. Kolom Pedestral 30/30 cm Beton Btl (K-175)
12.   Pek. Kolom Bangunan Uk. 30x30 cm Beton Btl (K-175)
13.   Pek. Kolom Teras uk. 30/30 cm Beton Btl (K-175)
14.   Pek. Kolom Praktis uk. 11 / 11 Beton Btl (K-175)
15.   Pek. Ring Balok uk. 13/ 15 Beton Btl (K-175)
16.   Pek. Ring Balok uk. 13/ 20 Beton Btl (K-175)
Peralatan yang digunakan :
·         Peralatan Pertukangan
·         Concrate Mixer
·         Truck Mixer
·         Concrate Pump
Bahan yang dibutuhkan :
·         Semen
·         Pasir
·         Kerikil / Batu Pecah
·         Besi Polos
·         Papan Kayu Klas III
·         Kayu balok Klas III
·         Kayu Dolken
·         Paku Biasa
·         Minyak Begisting

Personil
·         Mandor
·         Kepala Pelaksana
·         Tukang Besi
·         Tukang Kayu
·         Tukang Beton
·         Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Ketiga Hingga kesepuluh

D.  PEKERJAAN DINDING DAN LANTAI
1.   Pekerjaan Pasangan
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding & plesteran dapat diuraikan sebagai berikut :
1.        Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang dinding bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
2.        Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi kolom praktis, ring balok, dan lubang kusen.
3.        Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air.
4.        Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1 m dengan menggunakan adukan 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan 1pc : 3ps untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari persyaratan yang ditetapkan).
5.        Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke permukaan bata merah.
6.        Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang diinginkan.
7.        Setelah tinggi pasangan bata merah mencapai 1 m kemudian dilanjutkan dengan cor beton kolom praktis.
8.        Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan sesuai dengan yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan sampai dengan tinggi maksimum 1 m, kemudian periksa lagi kelurusan dan vertikalnya, setelah itu dilanjutkan cor kolom praktis dan dilanjutkan pemasangan bata merah sampai elevasi yang ditentukan dan cor kolom praktis sampai elevasi sesuai gambar
9.        Selanjutnya dilakukan pekerjaan plesteran yang dimulai dengan jalan membuat kepalaan plesteran pada sisi vertical jarak 2 m sesuai dengan ketebalan yang diinginkan dengan bantuan unting-unting pada sisi horizontal pada elevasi plafond atau diujung atas dinding dengan bantuan benang.
10.    Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram / dibasahi dengan air, kemudian dilakukan pekerjaan plesteran pada dinding secara merata, menggunakan adukan mortar 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan 1pc : 3ps untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari persyaratan yang ditetapkan) sampai 10 – 15 mm atau sampai ketebalan yang ditentukan.
11.    Setelah plesteran kering dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan acian menggunakan acian semen. Sesudah pekerjaan acian selesai, permukaan dinding difinish dengan plamur tembok. Untuk dasaran/plamur tembok jika diperlukan dan hanya dipergunakan pada ruangan interior yang permukaannya tidak rata atau retak-retak. Dinding yang telah selesai diplamur kemudian diampelas, sehingga memberikan permukaan dinding tembok yang halus, licin dan rapi.
Item yang akan dikerjakan pada pekerjaan pasangan adalah :
1.       Pek. Pasangan Dinding Bata ad. 1 : 4
2.       Pek. Plesteran Dinding ad. 1 : 4
3.       Pek. Plesteran Beton ad. 1 : 3
4.       Pek. Pas. Keramik 40 x 40 Cm ( Ruang + Teras )


Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan :
·         Alat Pertukangan
·         Concrate Mixer
·         Lori
·         Drum Air
·         Pompa Air + Slang
·         Water Pass
Bahan yang dibutuhkan :
·         Batu Bata
·         Semen
·         Pasir Pasang
Personil yang dibutuhkan :
·         Mandor
·         Kepala Pelaksana
·         Tukang Batu
·         Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Keslima Hingga Kedua belas

2.   Pekerjaan Kozen Kayu dan Daun Pintu Jendela
Pemasangan kusen pintu dapat dilakukan bersamaan dengan pemasangan bata atau untuk kusen kayu dilakukan setelah balok gantung dan dinding terpasang. Sedangkan untuk pemasangan pintu dan jendela dapat dilakukan kemudian, atau ketika pekerjaan lantai selesai dilakukan namun tetap memperhatikan gambar detail yang ada pada shop drawing. Bersamaan dengan pemasangan pintu dan jendela, dipasang juga aksesoris dari pintu dan jendela seperti, kunci tanam, handle jendela, handle pintu, dan lainsebagainya.
Item yang dikerjakan dalam pekerjaan Kozen Aluminium dan Daun Jendela adalah :
1.      Pek. Kusen Kayu Kelas I
2.      Pek. Daun Pintu Panel Kayu Kelas I
3.      Pek. Daun Jendela Kaca Bingkai Kayu Kelas II
4.      Pek. Pas. Papan Ram Ventilasi 2/12 x 0,62 cm Kayu Kelas II
5.      Pek. Lubang Angin 20 x 20 cm (Bawah Jendela)
6.      Pek. Kaca Mati T. 5cm
Adapun kebutuhan alat, bahan dan personil setiap item pekerjaan pada pekerjaan konzen kayu dan Daun Pintu Jendela adalah :
Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan :
·         Alat Pertukangan
·         Water Pass
Bahan yang dibutuhkan :
·         Kozen kayu
·         Pintu Multipleks
·         Kaca Mati
·         List Pintu Stainless Steel
Personil yang dibutuhkan :
·         Mandor
·         Kepala Pelaksana
·         Tukang Batu
·         Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :                                                               
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Kesepuluh Hingga Kesebelas

3.   Pekerjaan Plafond dan rangka
Dalam proyek ini penutu atap dan plafond yang digunakan yaitu plafond Celing Panel. Dimana rangka plafond menggunakan rangka besi hollow  finishing cat. Adapun cara pelaksanaan Plafond Gypsum yaitu
a.         Rangka hollow dipasang terlebih dahulu sesuai dengan gambar kerja (Shop Drawing). Biasanya pemasangan rangka plafond ini beriringan dengan pemasangan rangka atap baja ringan.
b.         Memperhatikan ruangan, dan mencari sisi dari ruang yang siku terlebih dahulu.
c.         Pasang alat bantu (Scafolding), jika bisa scafolding yang digunakan memiliki roda supaya tidak merusak keramik.
d.         Kemudian pasang papan plafond kalsiboard 4,5 mm.
e.         Pemasangan diatur pertemuan antar papan pertigaan.
Item yang dikerjakan dalam pekerjaan Plafond adalah :
1.      Pek. Plafond Gypsum Board Tebal 9 mm
2.      Pek. Plafond GRC Board Tebal 4 mm
3.      Pek. Rangka Plafond Besi Hollow Galvanis
4.      Pek. List Profil Plafond
Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan :
·         Alat Pertukangan
·         Waterpass
Bahan yang dibutuhkan :
·         Besi Hollow
·         Sekrup paku
·         Gypsum Board
·         List Gypsum Profil
·         Tepung Gypsum
Personil yang dibutuhkan :
·         Mandor
·         Kepala Pelaksana
·         Tukang Plafond
·         Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Kedua belas Hingga Kelima belas.

4.   Pekerjaan Atap Genteng Metal
Dalam proyek ini pekerjaan atap memakai atap Genteng Metal yang dikerjakan setelah pekerjaan Struktur Baja selesai dikerjakan, atap dipasang sedemikian rupa sehingga kokoh dan rapi, agar atap penutupnya dapat dipasang dengan baik dan sempurna, dimensi rangka baja dan penempatannya disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan gambar rencana. Atap penutup terdiri dari atap Genteng Metal setelah itu dipasang juga nok atas genteng dengan bahan yang sama dengan atap penutup, kemudian talang jurai dari genteng metal juga dipasang, ukuran dimensidi sesuaikan dengan spesifikasi teknis dan gambar rencana.
Item yang dikerjakan dalam pekerjaan Atap Genteng metal adalah :
1.       Pek. Kuda - kuda Rangka Baja Ringan Standar SNI
2.       Pek. Pas. Atap genteng Metal
3.       Pek. Bubungan Genteng metal
4.       Pek. Bubungan Samping (Flashing) Metal
5.       Pek. Lisplank GRC Board ( 0,9/25 cm dan 0,9/10 cm
Adapun kebutuhan Alat, Bahan & Personil Setiap Item Pekerjaan Adalah Sebagai berikut :
Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan :
·         Alat Pertukangan
·         Mesin Genset
·         Bor Tangan
Bahan yang dibutuhkan :
·         Pas. Main Truss C 75-75
·         Roof Battom / Reng R. 33-0, 45
·         Screew Dia 6 x 20 ( truss Bottom)
·         Dynabolt
·         Genteng Metal T 3 mm
·         Nok Zinc Alume
·         Talang karpet
·         Lisplank GRC
·         Paku Biasa 2” – 5”
Personil yang dibutuhkan :
·         Mandor
·         Kepala Pelaksana
·         Tukang rangka baja
·         Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu ketujuh Hingga Keempat belas

5.   Pekerjaan Instalasi Listrik
1.        Pekerjaan Elektrikal
a.         Pekerjaan Panel dan Transpormator
Pekerjaan Panel dan Transformator adalah pengadaan Unit Transformator dan Panel beserta pengkabelannya / Instalasi
b.        Pekerjaan Instalasi Penerangan
Yang dimaksud pekerjaan penerangan adalah pekerjaan pemasangan instalasi penerangan, pemasangan armature pemasangan stop kontak lengkap dengan kabel distribusu dan lainnya.
Tahapan Pekerjaan Instalasi Penerangan Adalah :
·         Pada saat pengecoran plat lantai, pekerjaan Penerangan dan Stopkontak dapat segera dimulai dengan pemasangan sparing conduit bersamaan dengan pembesian plat lantai.
·         Setelah bekisting plat lantai dibongkar, maka pekerjaan wiring kabel untuk elektrikal dan Stopkontak dapat segera dimulai sesuai shop drawing yang disetujui.
·         Test tahanan isolasi kabel dan grouping.
·         Jika hasil test dinyatakan baik, maka pada saat pemasangan kerangka plafon dimulai juga pemasangan armature lampu.
·         Untuk Stopkontak pada saat pekerjaan bata (dinding) sparing dan wiring dimulai dipasang pada dinding dimana titik Stopkontak diletakkan.
·         Setelah dinding dilakukan finishing dan kondisi keamanan sudah terjamin (ruangan terkunci) maka Stopkontak dapat dipasang.
·         Setelah itu dilanjutkan dengan connection instalasi ke panel di masing – masing lantai.
·         Connection panel per lantai dengan panel induk (LVMDP).
Item yang dikerjakan dalam pekerjaan Elektrikal adalah :
1.      Pek. Instalasi Titik Lampu
2.      Pek. Stop Kontak
3.      Pek. Saklar Ganda
4.      Pek. Lampu XL
5.      Pek. MCB + Box Sekering
Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan :
·         Tang
·         Obeng
·         Multi tester
Personil yang dibutuhkan :
·         Mandor
·         Kepala Pelaksana
·         Ahli Listrik
·         Tukang Listrik
·         Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Kedelapan
  
6.   Pekerjaan Gantungan dan Kunci
Item yang dikerjakan dalam pekerjaang gantungan dan kunci adalah :
1.       Pek. Kunci Taman Biasa
2.       Pek. Engsel Pintu 4" H Nylon
3.       Pek. Engsel Jendela 3" H Nylon
4.       Pek. Grendel Pintu
5.       Pek. Grendel Jendela
6.       Pek. Hak Angin
7.       Pek. Tarikan Jendela

Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Kesebelas hingga minggu kedua belas

7.      Pekerjaan Finishing dan Pengecetan
Proses Pelaksanaan Pekerjaan Pengecetan yaitu :
·         Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut menggunakan kuas.
·         Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
·         Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
·         Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas,  sikat kawat atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
·         Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-pori/lubang-lubang kecil dan retak-retak halus tertutup.
·         Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan permukaan yang bersih/halus.
·         Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat). Apabila setelah disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan diampelas.
·         Untuk dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk anti jamur/lumut. Kemudian dilakukan pengecatan finish untuk dinding minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan cat dinding emultion.
·         Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.

 Item yang dikerjakan dalam pekerjaan Pengecetan adalah :
1.      Pek. Cat Dinding Tembok
2.      Pek. Cat Plafond
3.      Pek. Cat Kilat Pintu, Jendela, Kusen, dan Ventilasi
4.      Pek. Cat Kilat Papan Lisplank
5.      Pek. Pembersihan Akhir
Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan :
·         Alat Pertukangan
·         Waterpass
·         Amplas
·         Roll Cat
·         Kuas
Bahan yang dibutuhkan :
·         Plamir
·         Cat Dasar
·         Cat Penutup
Personil yang dibutuhkan :
·         Mandor
·         Kepala Pelaksana
·         Tukang Cat
·         Pekerja
Rencana waktu pelaksanaan :
Waktu pelaksanaan pekerjaan ini pada minggu Kelima belas Hingga Minggu Kedelapan Belas. 





4.   PEKERJAAN PEMERIKSAAN AKHIR
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan melakukan pemeriksaan akhir bersama-sama konsultan pengawas/Direksi, PPTK/PPK dan KPA dan melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu yang telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.

5.   PENUTUP
Demikianlah Metoda Pelaksanaan ini kami buat untuk memenuhi persyaratan Usulan Teknis penawaran yang kami ajukan. Meskipun dalam Metoda Pelaksanaan ini tidak diuraikan secara rinci setiap item pekerjaan yang akan dilaksanakan, namun kami akan bertanggung jawab sepenuhnya untuk melaksanakan semua pekerjaan yang kami tawar, sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam bestek, gambar, dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.
Jambi, 12 Juli 2018

avatar
Anonim

Merkur - The Best Review of Merkur | Xn--o80b910a26eepc81il5g.online
We review the Merkur 500R, Merkur 메리트 카지노 주소 Safety Razor, Razor for beginners and pros, The Merkur 500R razor, Merkur Razor, HD, Safety Razor, Safety Razor,

delete 3 Februari 2022 pukul 23.09



sentiment_satisfied Emoticon